Pengantar Ilmu sejarah
sejarah berasal dari bahasa Arab, yairu Syajaratun yang artinya pohon kayu. Pengertian pohon kayu di sini adalah adanya suatu kejadian, perkembangan atau pertumbuhan tentang suatu hal (peristiwa) dalam suatu kesinambungan (kontinuitas).Sedangkan dalam bahasa Inggris di sebut dengan History, Bahsaa Yunani di sebut dengan Istoria, Bahasa Jerman di sebut Geschicht. Namun ada peneliti yang menganggap bahwa arti kata syajarah tidak sama dengan kata sejarah.
Peranan dan kedudukan sejarah yang terbagi atas tiga hal, yakni:
1. Sejarah sebagai peristiwa
Adalah sebagai kenyataan, aktualitas yang sebenarnya telah terjadi atau berlangsung pada masa lalu. Sebab kejadian yang tidak memiliki hubungan dengan kehidupan masyarakat manusia (dalam pengertian di sini) bukanlah merupakan suatu peristiwa sejarah sebaliknya yang terjadi pada umat sekarang, bukan pula peristiwa sejarah.
Pengetian sejarah sebagai peristiwa sebenarnya memiliki makna yang sangat luas dan beraneka ragam. Beberapa aspek kehidupan kita, seperti aspek sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik, kesehatan, agama, keamanan, dan sebagainya, semuanya terjadi salamperistiwa sejarah.
Sejarah di kelompokan atas beberapa tema yang di sebut pembagian sejarah tematis, seperti sejarah sosial, politik, kebudayaan, dan sebagainya. Selain pembagian sejarah berdasarkan tema (tematis) di kenal pula pembagian sejarah berdasarkan periode waktu. Dalam pembagian sejarah berdasarkan periode waktu. Dalam pembagian sejarah berdasarkan periodisasi tersebut, kita dapat mengambil contoh sejarah untuk Indonesia yaitu, zaman prasejarah, zaman pengaruh Hindu-Budha, zaman pengaruh islam, zaman kekuasaan Belanda, zaman pergerakan nasional, zaman pendudukan Jepang, zaman kemerdekaan, zaman Revolusi Fisik, Orde Lama, Orde Baru, Orde Reformasi .
Sejarah sebagai peristiwa sering pula disebut sejarah sebagai kenyataan dan sejarah serba objetif (Ismaun, 1993 : 279). Artinya, peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan didukung oleh evidensi-evidensi yang menguatkan, seperti beberapa saksi mata yang dijadikan sumber-sumber sejarah, peninggalan-peninggalan sejarah dan, catatan.
2. Sejarah sebagai Ilmu
Sejarah sebagai Ilmu adalah suatu susunan pengeahuan tentang peristiwa dan cerita yang terjadi di dalam masyarakat manusia pada masa lalu yang disusun secara sistematis dan menggunakan metode yang di dasarkan atas asas-asaa, prosuder dan metode serta teknik ilmiah yang diakui oleh para pakar sejarah.
Kedudukan sejarah sebagi bagian dari ilmu social, sejarah sebagai bagian dari ilmu humaniora, maupun yang berkembang di sekitar makna dan hakkat yang terkandung dalam sejarah. Dalam pengertiannya, kita mengenal define sejarah yang bermacam-macam, baik yang menyangkut persoalan.
Berikut ini akan dikemukakan beberapa definisi sejarah yang akan dikemukakan oleh seorang sejarawan.
Bury (Teggart, 1960 : 56) secara tegas menyatakan History is Science; no less, and no more.
Syarat pokok sejarah disebut sebagai ilmu adalah:
v Obyek yang definitive
v Adanya formulasi kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya
v Metode yang efisien
v Menggunakan system penyusunan tertentu
3. Sejarah sebagai Cerita
Sejarah sebagai cerita adalah cerita berupa narasi yang disusun berdasarkan pendapat seseorang, memori, kesan atau tafsiran manusia terhadap suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Disebut juga dengan istilah sejarah sebagi subyek yang artinya sejarah tersebut telah mendapatkan penafsiran dari penyusunan cerita sejarah. Dalam hal ini sejarawan mempunyai peran sebagai “The Man Behind The Gun“, artinya mereka menyusun cerita sejarah berdasarkan jejak-jejak sejarah (sejarah sebagai peristiwa) namun tetap dipengaruhi oleh sudut pandang sejarawan itu sendiri.
Dengan demikian, dalam sejarah sebagai cerita merupakan sesuatu karya yang dipengaruhi subjektivitas sejarawan. Sebagai contoh tentang biografi Diponegoro.
Metode sejarah meliputi:
· Heuristik (pengumpulan sumber-sumber)
· Kritik atau analisis sumber ( eksternal dan internal)
· Interprestasi
· Histiografi (Penulisan Sejarah)
Kegunaan Sejarah
o Guna Edukatif
o Guna Inspiratif
o Guna Instruktif
o Guna Rekreatif
Konsep Konsep Dasar Sejarah
a. Konsep perubahan dan kesinambungan
b. Konsep kronologi dan Periodisasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar